Saturday, December 9, 2017

WARIS ( FARAIDH ) "Free Download Apk dan Kalkulator Warisnya"

Affiliate Program Get Money from your Website


Ilmu Waris atau Faraid adalah ilmu yang diketahui dengannya siapa yang berhak mendapat waris dan siapa yang tidak berhak, dan juga berapa ukuran untuk setiap ahli waris.Menurut Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, definisi ilmu al-faraidh yang paling tepat adalah apa yang disebutkan Ad-Dardir dalam Asy-Syarhul Kabir (juz 4, hal. 406), bahwa ilmu al-faraidh adalah: “Ilmu yang dengannya dapat diketahui siapa yang berhak mewarisi dengan (rincian) jatah warisnya masing-masing dan diketahui pula siapa yang tidak berhak mewarisi.”Pokok bahasan ilmu al-faraidh adalah pembagian harta waris yang ditinggalkan si mayit kepada ahli warisnya, sesuai bimbingan Allah dan Rasul-Nya.Demikian pula mendudukkan siapa yang berhak mendapatkan harta waris dan siapa yang tidak berhak mendapatkannya dari keluarga si mayit, serta memproses penghitungannya agar dapat diketahui jatah/bagian dari masing-masing ahli waris tersebut.Dasar pijakannya adalah Al-Qur’an,Sunnah Rasulullah n, dan ijma’. Adapun Al-Qur’an, maka sebagaimana termaktub dalamSurah An-Nisa’ ayat 11, 12, dan 176.
Affiliate Program Get Money from your Website
Free Download APK:


  1. ILMU WARIS FARAIDH DOWNLOAD DISINI

  2. KALKULATOR WARIS DOWNLOAD DISINI


Semoga bermanfaat

FREE DOWNLOAD APK TERJEMAH KITAB KUNING



stilah kitab kuning sudah tidak asing lagi bagi para santri dan kiai yang pernah mengeyam pendidikan di pesantren terutama pesantren yang ada nilai kesalafannya(Salafiyah pesantren, bukan salafy wahabi). Kitab tersebut sudah diajarkan sejak zaman dahulu oleh pendiri-pendiri Islam di Indonesia bahkan sebelum Islam masuk Indonesia. Kitab kuning adalah sebuah istilah yang disematkan kepada kitab-kitab yang berbahasa Arab yang berhaluan Ahlu Sunnah Waljamaah, yang biasa digunakan oleh beberapa pesantren atau madrasah Diniyah sebagai bahan pelajaran. dan kitab ini bukan dikarang oleh sembarang orang, namun karya Para Ulama Salafus Shalih yang sangat ahli dalam menggali hukum dalam Al-Qur'an dan Hadits.

Affiliate Program Get Money from your Website

Dinamakan kitab kuning karena kertasnya berwarna kuning. Sebenarnya warna kuning itu hanya suatu kebetulan saja, lantaran zaman dahulu barang kali belum ada jenis kertas seperti zaman sekarang yang putih warnanya. Mungkin di masa lalu yang tersedia memang itu saja. Juga dicetak dengan alat cetak sederhana, dengan tata letak dan lay-out yang monoton, kaku dan cenderung kurang nyaman dibaca. Bahkan kitab-kitab itu seringkali tidak dijilid, melainkan hanya dilipat saja dan diberi cover dengan kertas yang lebih tebal (kurasan).

Untuk sekarang, kitab-kitab tersebut sudah banyak yang dicetak dengan memakai kertas putih dan dijilid dengan rapi namun sebagian tetap dicetak dengan kertas warna kuning. Penampilannya tidak kalah menariknya dengan penampilan buku-buku yang selain memakai bahasa Arab, seperti kitab-kitab yang dicetak dari percetakan Dar al Kotob Al Ilmiyah, Beirut Lebanon dan Al Haramain Surabaya.

Kitab baru yang sudah masuk dalam kategori kitab kuning contohnya "Fiqhul Islam" terbitan 1995. Sedangkan kitab kuning tulisan ulama Indonesia di antaranya kitab "Sirojul Tholibbin". Kitab yang memperjelas kitab "Minhajul Abidin"karya Imam al-Ghazali itu ditulis Syaikh Ikhsan dari Pondok Pesantren Jampes, Kediri. "Sirojul Tholibbin" hingga kini menjadi bacaan wajib di Universitas Al-Azhar,  Kairo, Mesir. Contoh kitab kuning dari ulama Indonesia lainnya adalah kitab "Sullamut Taufiq" karya Imam Nawawi dari Banten, yang bertarikh 1358 (Majalah Tempo Interaktif, 2009).

Istilah kitab kuning  bertujuan untuk memudahkan orang dalam menyebut. Sebutan “kitab kuning” ini adalah ciri khas Indonesia. Ada juga yang menyebutnya, “kitab gundul”. Ini karena disandarkan pada kata per kata dalam kitab yang tidak berharakat, bahkan tidak ada tanda baca dan maknanya sama sekali. Tidak seperti layaknya kitab-kitab sekarang yang sudah banyak diberi makna dan harakat sampai catatan pinggirnya.

Free Download APK terjemah kitab kuning untuk Hp Android :


  1. KITAB ILMU HADITS : DOWNLOAD DISINI

  2. Kitab Madariju Salikin : DOWNLOAD DISINI

  3. Kitab Alfiyah Ibnu Malik : DOWNLOAD DISINI

  4. Kitab Fathul Baari : DOWNLOAD DISINI

  5. Kitab Shahih Bukhori : DOWNLOAD DISINI

  6. Kitab Al Hikam : DOWNLOAD DISINI

  7. Kitab Tanqihul qaul : DOWNLOAD DISINI

  8. Kitab Ushul Fiqih : DOWNLOAD DISINI

  9. Kitab Syarah Bulugul Muram : DOWNLOAD DISINI

  10. Kitab Hadits Arbain : DOWNLOAD DISINI

  11. Kitab Kailani Izzi : DOWNLOAD DISINI


Semoga bermanfaat.
Affiliate Program Get Money from your Website

Friday, December 8, 2017

DOWNLOAD TERJEMAH KITAB FATHUL MUIN

Affiliate Program Get Money from your Website



ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﻔﺘﺎﺡ ﺍﻟﺠﻮﺍﺩ، ﺍﻟﻤﻌﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﻔﻘﻪ ﻓﻲ

ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻣﻦ ﺍﺧﺘﺎﺭﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ، ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺍﻟﻠﻪ،

ﺷﻬﺎﺩﺓ ﺗﺪﺧﻠﻨﺎ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﺨﻠﻮﺩ، ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪﺍ

ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ، ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﻤﻘﺎﻡ ﺍﻟﻤﺤﻤﻮﺩ، ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻠﻢ

ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﺍﻻﻣﺠﺎﺩ ﺻﻼﺓ ﻭﺳﻼﻣﺎ ﺃﻓﻮﺯ

ﺑﻬﻤﺎ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻤﻌﺎﺩ.

——–

Segala puji bagi Allah SWT yang maha pembuka dan maha pemberi lagi maha penolong untuk pemahaman agama bagi orang yang dipilihnya dari sebahagian hamba- hambanya yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dengan kesaksian yg memasukan kami kepada negri yang kekal abadi. Dan aku berrsaksi bahwa pemimpin kami yaitu Nabi Muhammad SAW adalah rasulnya sebagai pemilik maqam yang terpuji. Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmat dan salam kepada keharibaan nya dan atas keluarga serta para shahabatnya yang mulia. Dengan rahmat dan salam, semoga aku berbahagia karena pahala kedua kalimat tersebutnya pada hari akhirat kelak. 

Selanjutnya bagi sobat yang menginginkan TERJEMAHAN KITAB FATHUL MUIN SILAHKAN DOWLOAD, kami berikan secara gratis:


  1. Pertama Sobat harus Download Ebook Droidnya supaya Terjemahan kitab Fathul muin bisa dibuka di hp Android Silahkan DOWNLOAD DISINI

  2. Silahkan Sobat Download Terjemahan kitabnya jangan lupa setelah di download harus di extract dulu DOWNLOAD DISINI


Sobat akan di arahkan ke Adf. Ly Klik SIKP AD, setelah semuanya selaesai di download, sobat instal Aplikasi EBook lalu buka dan cari Terjemahan fathul muin yg sudah di ektract tadi.

Semoga Bermanfaat.



E-currency exchanger listing

Wednesday, December 6, 2017

DOWNLOAD MUROTAL AL-QUR'AN 30JUZ ABDULLOH AL JUHANI



Syaikh Abdullah Awad al-Juhani ( ﻋﺒﺪﺍﻟﻠﻪ ﻋﻮﺍﺩ ﺍﻟﺠﻬﻨﻲ ) adalah salah seorang imam Masjidil Haram, Makkah. Beliau memiliki gelar doktorat (Ph.D) dari Universitas Ummul Qura, Makkah.

Syaikh Abdullah Awad al-Juhany mulai memimpin shalat tarawih di Makkah pada tahun 2008, dan beliau dikenal dengan suaranya yang sangat emosional dan membawa perasaan pendengarnya menjadi syahdu. Suara qiro’ahnya telah direkam dan tersebar ke berbagai penjuru dunia.

Beliau lahir di Makkah pada tahun 1976 M, lahir di keluarga yang sangat perhatian dengan agama membuatnya sangat mencintai al-Qur’an dan mempelajarinya sejak usia dini. Di usianya yang muda beliau mengikuti berbagai kompetisi pembacaan al-Qur’an dan memenangkan posisi pertama dalam perlombaan tilawah al-Qur’an internasional yang dilaksanakan di Makkah.

Suara Syaikh Abdullah al-Juhani bisa dibilang manis, makhrajnya sangat tertata. Banyak rekaman audio dan video dari Syaikh Abdullah al-Juhani yang bisa kita saksikan dan nikmati yang menegaskan hal ini.

Download Murotal Al qur'an 30 Juz


  1. ‌Al fatihah : DOWNLOAD

  2. ‌Al baqoroh : DOWNLOAD

  3. Ali Imran : DOWNLOAD

  4. ‌An Nisa : DOWNLOAD

  5. Al Maidah : DOWNLOAD

  6. Al An'am : DOWNLOAD

  7. Al Arof : DOWNLOAD

  8. Al Anfal : DOWNLOAD

  9. At Taubah : DOWNLOAD

  10. Yunus : DOWNLOAD

  11. Hud : DOWNLOAD

  12. Yusup : DOWNLOAD

  13. ‌Ar Rad : DOWNLOAD

  14. ‌Ibrahim : DOWNLOAD

  15. ‌Al Hijr : DOWNLOAD

  16. An Nahl : DOWNLOAD

  17. Al Isra : DOWNLOAD

  18. ‌Al Kahfi : DOWNLOAD

  19. Maryam : DOWNLOAD

  20. ‌Thaha : DOWNLOAD

  21. Al Anbiya : DOWNLOAD

  22. Al Haj : DOWNLOAD

  23. ‌Al Mu'minun : DOWNLOAD

  24. ‌An Nur : DOWNLOAD

  25. Al Furqan : DOWNLOAD

  26. ‌Asy Syu'araa : DOWNLOAD

  27. An naml :DOWNLOAD

  28. Al qoshos : http://yoineer.com/4P87

  29. Al ankabut : http://yoineer.com/4PE1

  30. Ar ruum : http://yoineer.com/4PH7

  31. Lukman : http://yoineer.com/4PKV

  32. Assajdah : http://yoineer.com/4PNh

  33. Al Ahzab : http://yoineer.com/4PSA

  34. Saba : http://yoineer.com/4PWy

  35. Faathir : http://yoineer.com/4PdT

  36. Yaasin : http://yoineer.com/4PhE

  37. As Shaffat : http://yoineer.com/4Pl9

  38. Shaad : http://yoineer.com/4Pqu

  39. Az Zumar : http://yoineer.com/4Ptb

  40. Al Mu'min : http://yoineer.com/4Q05

  41. Fushshilat : http://yoineer.com/4Q5G

  42. Asy Syuraa : http://yoineer.com/4Qz5

  43. Az Zukhruf : http://yoineer.com/4R2f

  44. Ad Dukhan : http://yoineer.com/4R8V

  45. Al Jaatsiah : http://yoineer.com/4RCK

  46. Al Ahqaf : http://yoineer.com/5iDg

  47. Muhammad : http://yoineer.com/5iKo

  48. Al fath : http://yoineer.com/5iPW

  49. Al Hujaraat : http://yoineer.com/5iVk

  50. Qaaf : http://yoineer.com/5iZ5

  51. Ad DZariaat : http://yoineer.com/5ibV

  52. At Thuur : http://yoineer.com/7efQ

  53. An Najm : http://yoineer.com/7ek9

  54. Al Qomar : http://yoineer.com/7eo1

  55. Ar Rahman : http://yoineer.com/7eqG

  56. Al Waqiah : http://yoineer.com/7etB

  57. Al Hadid : http://yoineer.com/7ewU

  58. Al Mujadilah : http://yoineer.com/7f0L

  59. Al Hasyr : http://yoineer.com/7f1o

  60. Al Mumtahanah : http://yoineer.com/7f5Robat

MAKE MONEY WITH ADF. LY

Affiliate Program Get Money from your Website








Mungkin sebagian orang yang aktif di dunia maya, pernah mendengar istilah “Make money from internet” atau bahasa Indonesianya,“Menghasilkan uang melalui internet”. Yaps, cara itu memang ada, dan akan saya bahas pada post saya kali ini.

Tapi, tentu saja tidak dengan instan. Ingat, tidak ada sesuatu yang instan. Mie Instan sekalipun, nggak instan kan? hehe. Butuh kesabaran untuk mendapatkan uang dari internet. Nah, mari kita simak baik-baik cara menghasilkan uang dari internet.
Disini, saya akan menggunakan metode Adf.ly, dimana uang yang kita dapat berasal dari Adf.ly. Oke, untuk yang belum tau,  Adf.ly adalah sebuah situs perpendek URL atau URL Shortner. Yang dimana nantinya link yang sudah anda perpendek akan menghasilkan pundi-pundi uang. Uang disini, dalam bentuk dollar ya.
Sistemnya sederhana: Anda memperpendek URL anda menjadi sebuah link Adf.ly, lalu ada orang yang masuk ke URL anda dan orang tersebut mengklik “Skip Ad”, dari situlah kita mendapatkan uang.
Terus? Gimana cara ngambil uangnya? 
Nah, setelah balance Adf.ly kita telah mencapai $5 (5 Dollar), kita bisa mengambilnya ke Rekening Paypal kita setiap tanggal 5 awal bulan.

Paypal itu apaan lagi? 
Paypal merupakan situs/bisa disebut juga Rekening Online. Dari Paypal, baru lah kita transfer ke rekening asli kita. Dengan satu syarat, Paypal harus verified. 
Hmm, biar banyak yang klik link Adf.ly kita gimana? 
Nah, ini dia. Kita harus bersabar dalam hal ini. Link Adf.ly bisa kita sebarkan di Facebook, Twitter, atau jika kita memiliki blog dengan trafik lumayan, taruh saja link Adf.ly kita di blog. Pasti ada yang ngeklik dong. 😀
Dan satu lagi, perpendek lah link yang biasanya banyak dicari orang. Kayak contohnya link download software-software terkenal, kita perpendek di Adf.ly, terus sebarin deh. Kalau ada orang yang mencari software itu, tentu saja dia langsung ngeklik. Ya kan? :p

CARA DAFTAR ADF. LY :
  1. Silahkan buka situs resmi Adf. Ly DISINI

  2. Isi data sesuai data diri anda, jika sudah merasa lengkap lalu klik JOIN NOW

  3. buka email anda untuk tahap kompirmasi

  4. Setelah semuanya selesai,selanjutnya kita akan temukan sebuah kotak beserta tulisan “Shrink”

  5. Masukan link yang kita punya yang mau di sebar di media sosial atau di situs kita Kemudian, akan tampil link yang telah kita perpendek tadi. Link berupa Adf.ly diawalnya.

  6. Copy link Adf.ly anda tersebut, lalu sebarkan di Facebook, Twitter, atau blog anda, dan tunggu hingga ada yang mengklik-nya. Usahakan sebarkan hal-hal menarik agar menarik banyak minat untuk mengklik link adfly anda. Seperti misalnya link download software atau games yang populer, lalu sebarkan di blog, dan lain-lain. Pasti akan banyak yang download bukan? dan otomatis bisa menghasilkan dollar di adfly nya hehe.Oh iya, jangan takut kalau adf.ly ini website scam atau tidak benar-benar membayar membernya ya, karena adf.ly ini sudah terbukti membayar. Banyak juga bukti pembayarannya kok di blog-blog lain


Selamat Mencoba

Affiliate Program Get Money from your Website

Monday, May 8, 2017

Imam Qusyairy. RA



Nama lengkapnya adalah Abdul Karim al Qusyairy. Nasabnya, Abdul Karim bin Hawazin bin Abdul Malik bin Thalhah bin Muhammad. Panggilannya Abul Qasim, sedangkan gelarnya cukup banyak, antara lain yang bisa kita sebutkan:

1. An-Naisabury

Dihubungkan dengan Naisabur atau Syabur, sebuah kota di Khurasan, salah satu ibu kota terbesar Negara Islam pada abad pertengahan disamping Balkh,

Harrat dan Marw. Kota di mana Umar Khayyam dan penyair sufi Fariduddin 'Atthaar lahir. Dan kota ini pernah mengalami kehancuran akibat perang dan bencana. Sementara di kota inilah hidup Maha Guru asy Syeikh al Qusyairy hingga akhir hayatnya.

2. Al-Qusyairy

Dalam kitab al Ansaab' disebutkan, al Qusyairy sebenarnya dihubungkan kepada Qusyair. Sementara dalam Taajul Arus disebutkan, bahwa Qusyair adalah marga dari suku Qahthaniyah yang menempati wilayah Hadhramaut. Sedangkan dalam Mu'jamu Qabailil 'Arab disebutkan, Qusyair adalah Ibnu Ka'b bin Rabi'ah bin Amir bin Sha'sha'ah bin Mu'awiyah bin Bakr bin Hawazin bin Manshur bin Ikrimah bin Qais bin Ailan. Mereka mempunyai beberapa cucu cicit. Keluarga besar Qusyairy ini bersemangat memasuki Islam, lantas mereka datang berbondong bondong ke Khurasan di zaman Umayah. Mereka pun ikut berperang ketika membuka wilayah Syam dan Irak. Di antara mata rantai keluarganya adalah para pemimpin di Khurasan dan Naisabur, namun ada juga yang memasuki wilayah Andalusia pada saat penyerangan di sana.
Affiliate Program Get Money from your Website
3. Al-Istiwaiy

Mereka yang datang ke Khurasan dari Astawa berasal dari Arab. Sebuah negeri besar di wilayah Naisabur, memiliki desa yang begitu banyak. Batas batasnya berhimpitan dengan batas wilayah Nasa. Dan dari kota itu pula para Ulama pernah lahir.

4. Asy-Syafi'y

Dihubungkan pada mazhab asy Syafi'y yang dilandaskan oleh Muhammad bin Idris bin Syafi'y (150 204 H./767 820 M.).

5. GelarKehormatan

Ia memiliki gelar gelar kehormatan, seperti: Al Imam, al Ustadz, asy Syeikh (Maha Guru), Zainul Islam, al jaa'mi bainas Syariah wal haqiqat (Pengintegrasi antara Syariat dan Hakikat), dan seterusnya.

Nama nama (gelar) ini diucapkan sebagai penghormatan atas kedudukannya yang tinggi dalam bidang ilmu pengetahuan di dunia islam dan dunia tasawuf

Nasab Ibundanya

Ustadz asy Syeikh mempunyai hubungan dari arah ibundanya pada as Sulamy. Sedangkan pamannya, Abu Uqail as Sulamy, salah seorang pemuka wilayah Astawa. Sementara nasab pada as Sulamy, terdapat beberapa pandangan. Pertama, as Sulamy adalah nasab pada Sulaim, yaitu kabilah Arab yang sangat terkenal. Nasabnya, Sulaim bin Manshur bin Ikrimah bin Khafdhah bin Qais bin Ailan bin Nashr. Kedua, as Salamy yang dihubungan pada Bani Salamah. Mereka adalah salah satu keluarga Anshar. Nisbat ini berbeda dengan kriterianya.

Kelahiran dan Wafatnya

Ketika ditanya tentang kelahirannya, al Qusyairy mengatakan, bahwa ia lahir di Astawa pada bulan Rablul Awal tahun 376 H. atau tahun 986 M. Syuja' al Hadzaly menandaskan, beliau wafat di Naisabur, pada pagi hari Ahad, tanggal 16 Rablul Akhir 465 H./l 073 M. Ketika itu usianya 87 tahun.

Ia dimakamkan di samping makam gurunya, Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq ra, dan tak seorang pun berani memasuki kamar pustaka pribadinya dalam waktu beberapa tahun, sebagai penghormatan atas dirinya.

Kehidupan Al-Qusyairy

Masa Kecil

Kami tidak mengenal masa kecil al Ustadz asy Syeikh al Qusyairy, kecuali hanya sedikit. Namun, yang jelas, beliau lahir sebagai yatim. Ayahnya telah wafat ketika usianya masih kecil. Kemudian pendidikannya diserahkan padaAbul Qasim al Yamany, salah seorang sahabat dekat keluarga al Qusyairy. Pada al Yamany, ia belajar bahasa Arab dan Sastra.
Affiliate Program Get Money from your Website
Para penguasa negerinya sangat menekan beban pajak pada rakyatnya. Al Qusyairy sangat terpanggil atas penderitaan rakyatnya ketika itu. Karenanya, dirinya tertantang untuk pergi ke Naisabur, mempelajari ilmu hitung, agar bisa menjadi pegawai penarik pajak, sehingga kelak bisa meringankan beban pajak yang amat memberatkan rakyat.

Naisabur ketika itu merupakan ibu kota Khurasan. Seperti sebelumnya, kota ini merupakan pusat para Ulama dan memberikan peluang besar berbagai disiplin ilmu. Syeikh al Qusyairy sampai di Naisabur, dan di sanalah beliau mengenal Syeikh Abu Ali al-Hasan bin Ali an Naisabury, yang populer dengan panggilan ad-Daqqaq, seorang pemuka pada zamannya. Ketika mendengar ucapan ucapan ad-Daqqaq, al-Qusyairy sangat mengaguminya. Ad-Daqqaq sendiri telah berfirasat mengenai kecerdasan muridnya itu. Karena itu ad-Daqqaq mendorongnya untuk menekuni ilmu pengetahuan.

Akhirnya, al Qusyairy merevisi keinginan semula, dan cita cita sebagai pegawai pemerintahan hilang dari benaknya, memilih jalan Tharikat.

Ustadz asy Syeikh mengungkapkan panggilannya pada Abu Ali ad-Daqqaq dengan panggilan asy-Syahid.

Kepandaian Berkuda

Al Qusyairy dikenal sebagai penunggang kuda yang hebat, dan ia memiliki keterampilan permainan pedang serta senjata sangat mengagumkan.

Perkawinan

Syeikh al-Qusyairy mengawini Fatimah putri gurunya, Abu Ali al-Hasan bin Ali an Naisabury (ad Daqqaq). Fatimah adalah seorang wanita yang memiliki prestasi di bidang pengetahuan sastra, dan tergolong wanita ahli ibadat di masanya, serta meriwayatkan beberapa hadis. Perkawinannya berlangsung antara tahun 405- 412 H./1014-1021 M.

Putra putrinya

Al Qusyairy berputra enam orang dan seorang putri. Putra-putranya menggunakan nama Abdu. Secara berurutan: 1) Abu Sa'id Abdullah, 2) Abu Sa'id Abdul Wahid, 3) Abu Manshur Abdurrahman, 4) Abu an Nashr Abdurrahim, yang pernah berpolemik dengan pengikut teologi Hanbaly karena berpegang pada mazhab Asy'ari. Abu an Nashr wafat tahun 514 H/1120 M. di Naisabur, 5) Abul Fath Ubaidillah, dan 6) Abul Mudzaffar Abdul Mun'im. Sedangkan seorang putrinya, bernama Amatul Karim.

Di antara salah satu cucunya adalah Abul As'ad Hibbatur-Rahman bin Abu Sa'id bin Abul Qasim al Qusyairy.

Menunaikan Haji

Maha Guru Syeikh ini menunaikan kewajiban haji bersamaan dengan para Ulama terkenal, antara lain: 1) Syeikh Abu Muhammad Abdullah binYusuf al-Juwainy (wafat 438 H./1047 M.), salah seorang Ulama tafsir, bahasa dan fiqih, 2) Syeikh Abu Bakr Ahmad ibnul Husain al-Balhaqy (384 458 H./994 1066 M.), seorang Ulama pengarang besar, dan 3) Sejumlah besar Ulama ulama masyhur yang sangat dihormati ketika itu.

Kudanya

Dikisahkan, di antara salah satu dari sekian karamah Maha Guru Syeikh al-Qusyairy ini, antara lain ia memiliki kuda, hadiah dari seseorang. Kuda itu mengabdi kepada Syeikh selama 20 tahun. Ketika Syeikh meninggal, si kuda amat sedih. Selama seminggu ia tidak mau makan, hingga kuda itu pun mati.

Belajar dan Mengajar

Para Guru

Para guru yang menjadi pembimbing Syeikh al Qusyairy tercatat:

Ibnu Khalikan dalam Waftyatul Ayan, menyebutkan nada yang memujinya, begitu pula dalam Thabaqatus Syafi'iyah, karya Tajudddin as-Subky.

Murid muridnya yang Terkenal

Abu Bakr - Ahmad bin Ali bin Tsabit al-Khatib al-Baghdady (392463 H./1002 1072 M.).

Abu Ibrahim - Ismail bin Husain al-Husainy (wafat 531 H./l 137 M.)

Abu Muhammad - Ismail bin Abul Qasim al-Ghazy an-Naisabury.

Abul Qasim - Sulaiman bin Nashir bin Imran al-Anshary (wafat 512 H/118 M.)

Abu Bakr - Syah bin Ahmad asy-Syadiyakhy.

Abu Muhammad - Abdul Jabbar bin Muhammad bin Ahmad al-Khawary.

Abu Bakr bin Abdurrahman bin Abdullah al-Bahity.

Abu Muhammad - Abdullah bin Atha'al-Ibrahimy al-Harawy.

Abu Abdullah - Muhammad ibnul Fadhl bin Ahmad al-Farawy (441530 H./1050 1136 M.)

Abdul Wahab ibnus Syah Abul Futuh asy-Syadiyakhy an-Naisabury.

Abu Ali - al-Fadhl bin Muhammad bin Ali al-Qashbany (444 H/ 1052 M).

Abul Tath - Muhammad bin Muhammad bin Ali al-Khuzaimy.

Cobaan yang Menghadang

Ketika popularitasnya di Naisabur semakin meluas, Maha Guru telah mendapatkan cobaan melalui taburan kedengkian dan dendam dari jiwa para fuqaha di kota tersebut. Para fuqaha tersebut menganjurkan agar menghalangi langkah langkah popularitasnya dengan menyebar propaganda. Fitnah itu dilemparkan dengan membuat tuduhan tuduhan dusta dan kebohongan kepada orang orang di sekitar Syeikh. Dan fitnah itu benar benar berhasil dalam merekayasa mereka. Ketika itulah al Qusyairy ditimpa bencana yang begitu dahsyat, dengan berbagai ragam siksaan, cacian dan pengusiran, sebagaimana diceritakan oleh as-Subky.

Mereka yang mengecam. Al-Qusyairy rata-rata kaum Mu'tazilah dan neo-Hanbalian, yang memiliki pengaruh dalam pemerintahan Saljuk. Mereka menuntut agar sang raja menangkap al-Qusyairy, dicekal dari aktivitas dakwah dan dilaknati di berbagai masjid-masjid di negeri itu.

Akhirnya para murid muridnya bercerai-berai, orang-orang pun mulai menyingkir darinya. Sedangkan majelis-majelis dzikir yang didirikan oleh Maha Guru ini dikosongkan. Akhirnya, bencana itu sampai pada puncaknya, Maha Guru harus keluar dari Naisabur dalam keadaan terusir, hingga cobaan ini berlangsung selama limabelas tahun, yakni tahun 440 H. sampai tahun 455 H. Di selasela masa yang getir itu, beliau pergi ke Baghdad, dimana beliau dimuliakan oleh Khallfah yang berkuasa. Pada waktu waktu luangnya, beliau pergi ke Thous.

Ketika peristiwa Thurghulbeg yang tragis berakhir dan tampuk Khalifah diambil alih oleh Abu Syuja', al-Qusyairy kembali bersama rombongan berhijrah dari Khurasan ke Naisabur, hingga sepuluh tahun di kota itu. Sebuah masa yang sangat membahagiakan dirinya, karena pengikut dan murid muridnya bertambah banyak.










Affiliate Program Get Money from your Website

Sunday, May 7, 2017

Syekh Junaidy Al-bagdady

Affiliate Program Get Money from your Website


Dalam kitab Tadzkiratul Auliya, Syeikh Fariduddin ‘Aththar menjelaskan, bahwa Syeikh Abul Qasim Al-Junayd ibnu Muhammad al-Zujaj (Junayd al-Baghdadi) adalah putera dari seorang pedagang barang pecah belah (kaca) dari Nahawand dan keponakan Sarri as-Saqathi, Ia juga dekat dengan Al-Muhasibi. Beliau lahir dan besar di Irak.





Abul Qasim Al-Junayd merupakan tokoh paling terkemuka dari mazhab Tasawuf, bahkan kelak beliau mendapat gelar sebagai Sayyidush Shufiyah (Pangeran Kaum Sufi).







Ia memerinci sebuah doktrin teosofikal yang menentukan seluruh rangkaian latihan sufisme ortodoks dalam Islam.





Ia menjelaskan teori-teorinya dalam pengajaran-pengajarannya, serta dalam serangkaian suratnya yang hingga kini masih ada, yang ditujukan kepada sejumlah tokoh pada masanya.





Abul Qasim Al-Junayd merupakan pemimpin sebuah mazhab yang besar dan berpengaruh. Beliau juga dikenal sebagai seorang mufti dalam mazhab Abu Tsaur, murid Imam Syafi’i.





Al-Junayd wafat di Baghdad pada hari Sabtu tahun 297H/910M.





Masa Kecil Junayd al-Baghdadi





Sejak kecil, Junayd telah memiliki kedalaman spiritual, telah menjadi seorang pencari Tuhan yang bersungguh-sungguh, sangat disiplin, bijaksana, cepat mengerti dan memiliki intiusi yang tajam.





Suatu hari, ia pulang ke rumah dari sekolah. Ia menemukan ayahnya tengah menangis.





“Ayah, apa yang terjadi?” Tanya Junayd.





“Ayah ingin memberikan sedekah kepada pamanmu, Sarri,” tutur sang ayah. “Namun ia tidak mau menerimanya. Ayah menangis karena ayah telah mencurahkan seluruh hidup ayah untuk dapat menyisihkan uang lima dirham ini, namun ternyata uang ini tidak memenuhi syarat untuk dapat diterima oleh salah seorang sahabat Allah.”





“Berikan uang itu kepadaku dan aku akan memberikannya kepada paman Sarri. Dengan begitu, ia mungkin mau menerimanya,” kata Junayd.





Sang ayah memberikan uang itu kepadanya, lalu Junayd pun pergi. Sesampainya di rumah pamannya, Junayd mengetuk pintu.





“Siapa itu?” terdengar suara dari dalam rumah.





“Junayd,” jawab sang bocah. “Buka pintu dan terimalah tawaran sedekah ini.





“Aku tidak menerimanya,” pekik Sarri.





“Aku mohon, terimalah ini, demi Allah Yang telah begitu dermawan padamu dan telah bagitu adil pada ayahku,” pekik Junayd.





“Junayd, apa maksudmu Allah begitu dermawan kepadaku dan begitu adil kepada ayahmu?” Tanya Sarri.





Junayd manjawab, “Allah begitu dermawan padamu karena Dia menganugerahimu kemiskinan. Sedangkan kepada ayahku, Allah telah begitu adil dengan menyibukkannya dengan urusan-urusan dunia. Engkau memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak sekehendak hatimu. Sedangkan ayahku, suka atau tidak, harus menyampaikan sedekah yang dititipkan Allah padanya kepada orang yang berhak.”





Jawaban Junayd ini menyenangkan hati Sarri. “Anakku, sebelum aku menerima sedekah ini, aku telah lebih dulu menerimamu,” ujar Sarri.





Setelah berkata begiru, Sarri membuka pintu dan menerima sedekah itu. Ia menempatkan Junayd di tempat yang istimewa dalam hatinya.





Junayd baru berusia tujuh tahun saat Sarri mengajaknya berhaji. Di Masjidil Haram, masalah syukur tengah dibahas oleh empat ratus syeikh. Masing-masing syeikh mengemukakan pandangannya.





“Utarakanlah pendapatmu,” kata Sarri pada Junayd.





Junayd berkata, “Syukur berarti engkau tidak bermaksiat kepada Allah dengan menggunakan karunia yang telah Dia anugerahkan kepadamu, juga tidak menjadikan karunia-Nya sebagai sumber ketidak-taatan pada-Nya.





“Bagus sekali, benar-benar merupakan pelipur lara bagi para Mukmin sejati,” pekik para syeikh itu.





Keempat ratus syeikh itu sepakat, bahwa tidak ada definisi syukur yang lebih baik daripada apa yang telah dikatakan oleh Junayd.





“Anakku,” ujar Sarri, “segera tiba saatnya, lidahmu menjadi sebuah karunia istimewa dari Allah untukmu.”





Junayd menangis tatkala




Affiliate Program Get Money from your Website


mendengan pamannnya berkata begitu.





“Darimana engkau belajar?” tanya Sarri.





“Dari duduk bersamamu,” jawab Junayd.





Junayd lalu kembali ke Baghdad dan menjadi penjual barang pecah belah. Setiap hari ia pergi ke tokonya, menutup tirai toko, lalu mendirikan shalat empat ratus rakaat.





Selang bebenapa lama, Ia akan meninggalkan tokonya dan pergi kesebuah ruangan di serambi rumah Sarri. Disana ia menyibukkan diri dengan penjagaan hati. Ia menghamparkan “sajadah wara’”, sehingga tak ada sesuatu pun yang terlintas di pikiran selain Allah.





Junayd Menunjukkan Bukti





Selama empat puluh tahun, Junayd sibuk menekuni latihan sufi. Selama tiga puluh tahun, ia mendirikan salat malam, lalu berdiri dan mengulang-ulang lafadz ‘Allah’ hingga fajar, kemudian ia mendirikan shalat subuh dengan wudlu yang ia lakukan pada malam sebelumnya.





Ia berkata, “Setelah empat puluh tahun berlalu, kesombongan merasuki diriku; aku merasa telah mencapai tujuanku. Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari langit berbicara padaku, “Junayd, telah tiba saatnya bagi-Ku untuk memperlihatkan padamu ikatan korset bagimu.”





Ketika aku mendengar kata-kata ini, aku pun berseru, “Ya Allah, dosa apa yang telah dilakukan oleh Junayd?”





Suara itu menjawab, “Untuk apa engkau tanyakan itu? Apakah engkau ingin mencari-cari dosa yang lebih menyedihkan daripada apa yang engkau perbuat?” Junayd menghela napas panjang dan menundukkan kepalanya.





Ia berbisik, “Ia, yang tidak cukup berharga untuk penyatuan, segala perbuatan baiknya adalah dosa.”





Ia, terus duduk di dalam kamarnya sambil memekik “Allah... Allah...” sepanjang malam.





Lidah-lidah panjang para pemfitnah menyerangnya dan tingkah lakunya dilaporkan kepada Khalifah.





“Ia tidak dapat dihukum tanpa bukti,” kata sang Khalifah.





Mereka (Para pemfitnah menyatakan, “Banyak orang tergoda oleh kata-katanya.”





Sang Khalifah mempunyai seorang budak wanita yang kecantikannya tak ada duanya. Sang Khalifah sangat mencintainya, ia membeli budak wanita itu seharga tiga ribu dinar. Sang Khalifah memerintahkan





agar budak wanita itu didandani dengan pakaian bagus dan perhiasan-perhiasan mahal.





Sang Khalifah memberikan instruksi kepada budak wanita itu, “Pergilah ke suatu tempat. Berdirilah di dekat Junayd dan perlihatkan wajahmu. Biarkan ia melihat perhiasan dan pakaianmu. Katakan padanya, ‘Aku memiliki harta benda yang berlimpah namun hatiku telah lelah dengan urusan-urusan duniawi. Aku datang ke sini untuk memintamu melamarku, agar dengan bimbinganmu aku dapat mengabdikan diriku untuk beribadah pada-Nya. Hatiku tidak menemukan ketenangan kecuali dalam dirimu.’ Pertontonkan dirimu padanya. Perlihatkan kecantikanmu, dan berusahalah sekuat tenaga untuk membujuknya.”





Budak wanita itu pergi menemui Junayd dengan ditemani oleh seorang pelayan. Ia lalu mendekati dan menjalankan apa-apa yang telah diinstruksikan kepadanya. Tanpa sengaja, Junayd memandang budak wanita itu. Junayd tetap diam dan tidak menjawab. Budak wanita itu mengulangi ceritanya. Junayd menundukkan kepalanya, lalu ia mendongak.





“Ah,” serunya sambil menghembuskan napasnya ke arah budak wanita itu. Seketika budak wanita itu jatuh ke tanah dan mati.





Pelayan yang menemaninya kembali menemui Khalifah dan melaporkan apa yang telah terjadi. Jiwa sang Khalifah serasa terbakar dan ia bertobat atas yang telah ia lakukan.





Sang Khalifah berkata, “Ia, yang memperlakukan orang lain tidak sebagaimana mestinya, melihat apa yang harusnya tidak ia lihat.”





Sang Khalifah kemudian bangkit dan memerintah pembantunya untuk memanggil Junayd. “Sungguh seseorang yang tak dapat dipanggil untuk menghadap,” komentarnya.





Khalifah bertanya, “Wahai Syeikh, bagaimana engkau tega membunuh seseorang yang begitu cantik?”





Junayd menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, kasih sayangmu kepada orang-orang mukmin begitu besarnya, sampai-sampai engkau ingin meleyapkan empat puluh tahun kedisiplinanku yang ku isi dengan wara’ dan penyangkalan diri. Memangnya siapa aku ini? Janganlah melakukan apa yang engkau tidak sukai bagi dirimu sendiri!”





Setelah peristiwa itu, urusan-urusan Junayd berjalan dengan baik. Kemasyhurannya tersebar keseluruh penjuru dunia. Seberapapun seringnya ia disiksa, reputasinya meningkat seribu kali lipat.





Ia mulai berkhotbah. Suatu kali ia menjelaskan, “Aku tidak berkhotbah di muka umum sampai tiga puluh wali besar mengatakan padaku bahwa aku telah pantas untuk menyeru manusia kepada Allah.”





Ia berkata, “Selama empat puluh tahun aku duduk menjaga hatiku. Kemudian selama sepuluh tahun hatiku menjagaku. Kini telah genap duapuluh tahun dimana aku tidak mengetahui apa pun tentang hatiku dan hatiku pun tidak mengetahui apapun tentang aku.”





Ia melanjutkan, “Selama tiga puluh tahun, Allah berbicara kepada Junayd dengan lidah Junayd, Junayd tidak berada disana sama sekali, namun manusia tidak mengetahuinya.”





Junayd Berkhotbah





Saat lidah Junaid telah mahir mengutarakan kata-kata yang menakjubkan, Sarri as-Saqathi mengatakan kepadanya bahwa telah wajib, baginya untuk berkhotbah dimuka umum.





Awalnya Junaid merasa ragu, tidak ingin melakukan hal itu. “Saat ada sang guru, tak pantas bagi si murid untuk berkhotbah,” kata Junaid mengutarakan keberatannya.





Sampai akhirnya pada suatu malam, Junayd bertemu dengan Nabi Saw. Dalam mimpinya. “Berkhotbahlah,” kata Nabi Saw.





Keesokan paginya pada suatu malam, Junaid pun bangkit dan hendak pergi menemui Sarri untuk menceritakan mimpinya. Namun, ketika hendak keluar, ia menemukan Sarri tengah berdiri didepan pintu.





Sarri berkata, “Sampai saat ini, engkau masih ragu-ragu, menunggu orang-orang lain memintamu untuk berkhotbah. Kini engakau harus bicara (berkhotbah di muka umum), karena kata-katamu telah dijadikan sarana bagi keselamatan seluruh dunia.”





Engkau tidak mau bicara saat para murid membujukmu untuk bicara. Engkau tidak mau bicara saat para syeikh kota Baghdad memintamu untuk bicara. Engkau juga tidak mau bicara kendati aku telah mendesakmu untuk bicara. Sekarang, Nabi Saw. Telah memerintahkanmu untuk bicara, maka engkau harus bicara.”





“Ya Allah, maafkanlah hamba,” tutur Junaid “Paman, bagaimana engkau tahu kalau aku bertemu dengan Nabi Saw dalam mimpiku?”





Sarri menjelaskan, “Aku bertemu dengan Allah dalam mimpiku. Dia berkata, ‘Aku telah mengutus Rasul-Ku untuk meminta Junayd berkhotbah di atas mimbar’.”





“Kalau begitu, aku akan berkhotbah,” kata Junaid kemudian. “Namun dengan satu syarat, yang hadir tidak lebih dari empat puluh orang.”





Suatu hari, Junayd berkhotbah di hadapan empatpuluh orang hadirin. Delapan belas orang di antaranya meninggal dunia dan duapuluh dua orang lainnya jatuh ketanah tak sadarkan diri. Mereka kemudian diangkat dan dibawa pulang ke rumah mereka masing-masing.





Dilain hari, Junayd berkhotbah. Diantara hadirin ada seorang pemuda Kristen, namun tak ada seorang pun yang mengetahui bahwa pemuda itu beragama Nasrani.





Pemuda itu mendekati Junayd dan berkata, “Nabi bersabda, ‘berhati-hatilah terhadap pengetahuan orang yang beriman, kanena ia melihat dengan cahaya Tuhan’.”





Junayd menjawab, “Yang benar adalah engkau harus menjadi seorang Muslim dan memotong korset Nasranimu, kanena ini adalah acara khusus bagi Muslim.”





Seketika itu Pula pemuda tadi menjadi seorang Muslim.





Setelah Junayd berkhotbah beberapa kali, masyarakat menyuarakan penentangannya. Akhinnya Junayd pun berhenti berkhotbah dan kemudian kembali ke kamarnya. Ia didesak untuk terus berkhotbah namun ia menolak.





“Sudah cukup,” katanya. “Aku tidak dapat mengusahakan kehancuranku sendiri.”





Beberapa waktu kemudian, Junayd naik ke mimbar dan mulai berkhotbah tanpa pemberitahuan sebelumnya.





“Kebijaksanaan apa yang terdapat di dalam apa yang engkau perbuat ini?” ia ditanya.





Junayd menjawab, “Aku menemukan sebuah hadist di mana Nabi Saw. bersabda, ‘Pada akhir zaman, yang menjadi juru bicara suatu masyarakat adalah orang yang terburuk di antara mereka. Ia akan berkata pada mereka, Aku tahu bahwa aku adalah orang yang terburuk di antara kalian. Aku berkhotbah karena apa yang telah disabdakan oleh Nabi Saw. Dengan begitu, aku tidak menentang kata-kata beliau.”





Al-Jurairy mengabarkan, “Aku baru saja pulang dan Mekkah, dan hal pertama yang kulakukan adalah mengunjungi al-Junayd agar tidak mengangan-angan diriku. Aku Ialu memberi salam kepadanya dan pulang ke rumah. Keesokan harinya ketika aku shalat subuh di masjid, aku melihatnya berdiri pada shaf di belakangku. Aku berkata, ‘Aku mendatangimu kemarin hanya supaya engkau tidak mengharap harap diriku.’ Ia menjawab, ‘Itulah keutamaanmu. Dan itulah hakmu’.”






E-currency exchangers rating

DOWNLOAD MP3 KAJIAN HIKAM DARI MULAI HIKMAH KE-1 DAN SETERUSNYA

 Selamat Datang di Blog Saya, saya do'akan sobat semua sehat selalu, bagi sobat yang membutuhkan kajian hikam perhikmah dari mulai hikam...