Thursday, March 22, 2018

ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT

Oleh Mbah Jenggot

Barang siapa melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SWT.

Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran. Demi Allah, yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat, setiap hari mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.

Orang yang meninggalkan sholat tidak memperoleh minuman dari telaga surga, tidak mendapat syafaatmu, dan tidak termasuk dalam umatmu. Ia tidak berhak dijenguk ketika sakit, diantarkan jenazahnya, diberi salam, diajak makan dan minum. Ia juga tidak berhak memperoleh rahmat Allah.Tempatnya kelak di dasar neraka bersama orang-orang munafik, siksanya akan dilipatgandakan, dan di hari kiamat ketika dipanggil untuk diadili akan datang dengan tangan terikat di lehernya. Para malaikat memukulinya, pintu neraka jahanam akandibukakan baginya, dan ia melesat bagai anak panah ke dalamnya, terjun dengan kepala terlebih dulu, menukik ke tempat Qorun dan Haman di dasar neraka.

Ketika ia menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, makanan itu berkata, ‘Wahai musuh Allah, semoga Allah melaknatmu, kamu memakan rezeki Allah namun tidak menunaikan kewajiban-kewajiban dari-Nya.’ Ketahuilah, sesungguhnya bencana yang paling dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian terhadap sholat lima waktu, sholat Jumat, dan sholat berjemaah. Padahal, semua itu ibadah-ibadah yang oleh Allah SWT ditinggikan derajatnya, dan dihapuskan dosa-dosa maksiat bagi siapa saja yang menjalankannya.

Orang yang meninggalkan sholat karena urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya. Ia dibenci Allah, dan akan mati dalam keadaan tidak Islam, tinggal di neraka Jahim atau kembali ke neraka Hawiyah.”

Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggalkan sholat hingga terlewat waktunya, lalu mengadanya, ia akan disiksa di neraka selama satu huqub (80 tahun).... Sedangkan ukuran satu hari di akhirat adalah 1.000 tahun di dunia.” Demikian tertulis dalam kitab Majalisul Akbar.

Sementara dalam kitab Qurratul Uyun, Abu Laits Samarqandi menulis sebuah hadis, “Barang siapa meninggalkan sholat fardu dengan sengaja walaupun satu sholat, namanya akan tertulis di pintu neraka yang ia masuki.” Ibnu Abbas berkata, ”Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, ‘Katakanlah, ya Allah, janganlah salah seorang dari kami menjadi orang-orang yang sengsara.’ Kemudian Rasulullah SAW bertanya, ‘Tahukah kamu siapakah mereka itu?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka adalah orang yang meninggalkan sholat. Dalam Islam mereka tidak akan mendapat bagian apa pun’.

Disebutkan dalam hadis lain, barang siapa meninggalkan sholat tanpa alasan yang dibenarkan syariat, pada hari kiamat Allah SWT tidak akan memedulikannya, bahkan Allah SWT akan menyiksanya dengan azab yang pedih. Diriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah SAW berkata, ”Katakanlah, ya Allah, janganlah Engkau jadikan seorang pun di antara kami celaka dan diharamkan dari kebaikan.”“Tahukah kalian siapakah orang yang celaka, dan diharamkan dari kebaikan?”“Siapa, ya, Rasulullah?” “Orang yang meninggalkan sholat,” jawab Rasulullah. Dalam hadis yang berhubungan dengan peristiwa Isra Mi'raj, Rasulullah SAW mendapati suatu kaum yang membenturkan batu ke kepala mereka. Setiap kali kepala mereka pecah, Allah memulihkannya seperti sedia kala. Demikianlah mereka melakukannya berulang kali. Lalu, beliau bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”

“Mereka adalah orang-orang yang kepalanya merasa berat untuk mengerjakan sholat,” jawab Jibril.

Diriwayatkan pula, di neraka Jahanam ada suatu lembah bernama Wail. Andaikan semua gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya akan meleleh karena panasnya yang dahsyat. Wail adalah tempat orang-orang yang meremehkan dan melalaikan sholat, kecuali jika mereka bertobat. Bagi mereka yang memelihara sholat secara baik dan benar, Allah SWT akan memuliakannya dengan lima hal, dihindarkan dari kesempitan hidup, diselamatkan dari siksa kubur, dikaruniai kemampuan untuk menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan, dapat melewati jembatan shirathal mustaqim secepat kilat, dan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab. Dan barang siapa meremehkan atau melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, dan tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SAW. Adapun enam siksaan yang ditimpakan di dunia adalah dicabut keberkahan umurnya, dihapus tanda kesalehan dari wajahnya (pancaran kasih sayang terhadap sesama), tidak diberi pahala oleh Allah semua amal yang dilakukannya, doanya tidak diangkat ke langit, tidak memperoleh bagian doa kaum salihin, dan tidak beriman ketika roh dicabut dari tubuhnya. Adapun tiga siksaan yang ditimpakan saat meninggal dunia ialah mati secara hina, mati dalam keadaan lapar, dan mati dalam keadaan haus. Andai kata diberi minum sebanyak lautan, ia tidak akan merasa puas.

Sedangkan tiga siksaan yang didapat dalam kubur ialah, kubur mengimpitnya hingga tulang-belulangnya berantakan, kuburnya dibakar hingga sepanjang siang dan malam tubuhnya berkelojotan menahan panas, tubuhnya diserahkan kepada seekor ular bernama Asy-Syujaul Aqra. Kedua mata ular itu berupa api dan kukunya berupa besi, kukunya sepanjang satu hari perjalanan. ”Aku diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyiksamu, karena engkau mengundurkan sholat Subuh hingga terbit matahari, mengundurkan sholat Zuhur hingga Asar, mengundurkan sholat Asar hingga Magrib, mengundurkan sholat Magrib hingga Isya, dan mengundurkan sholat Isya hingga Subuh,” kata ular itu.Setiap kali ular itu memukul, tubuh mayat tersebut melesak 70 hasta, sekitar 3.000 meter, ke dalam bumi. Ia disiksa dalam kubur hingga hari kiamat. Di hari kiamat, di wajahnya akan tertulis kalimat berikut: Wahai orang yang mengabaikan hak-hak Allah, wahai orang yang dikhususkan untuk menerima siksa Allah, di dunia kau telah mengabaikan hak-hak Allah, maka hari ini berputus asalah kamu dari rahmat-Nya.

Adapun tiga siksaan yang dilakukan ketika bertemu dengan Allah SWT adalah, pertama, ketika langit terbelah, malaikat menemuinya, membawa rantai sepanjang 70 hasta untuk mengikat lehernya. Kemudian memasukkan rantai itu ke dalam mulut dan mengeluarkannya dari duburnya. Kadang kala ia mengeluarkannya dari bagian depan atau belakang tubuhnya. Malaikat itu berkata, ”Inilah balasan bagi orang yang mengabaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah.” Ibnu Abas berkata, ”Andai kata satu mata rantai itu jatuh ke dunia, niscaya cukup untuk membakarnya”.

Kedua, Allah tidak memandangnya. Ketiga, Allah tidak menyucikannya, dan ia memperoleh siksa yang amat pedih. Demikianlah ancaman bagi orang-orang yang sengaja melalaikan sholat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang bersegera menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya. Amin.. Rasulullah SAW bersabda, “Sembahlah Allah seakan engkau melihat-Nya. Apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu”. (HR Bukhari dan Muslim).

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ (

. Ya Tuhanku, jadikanlah Aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.(QS: Ibrahim: 40).

HUKUM TELEPON SMS DENGAN NON MAHRAM

Komunikasi via HP pada dasarnya sama dengan komunikasi secara langsung. Hukum komunikasi dengan lawan jenis tidak diperbolehkan kecuali ada hajat seperti dalam rangka khitbah, muamalah, dan lain sebagainya. [Mbah Jenggot].

R E F E R E N S I :

1. Bariqah Mahmudiyyah vol. IV hal. 7

2. Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah vol. I hal. 12763

3. Ihya ‘Ulumiddin vol. III hal. 99

4. Hasyiyah al-Jamal vol. IV hal. 120

5. Is’adur Rafiq vol. II hal. 105

6. Al-Fiqhul Islamy vol. IX hal. 6292 7. I’anatut Thalibin vol. III hal. 301

8. Qulyuby ‘Umairah vol. III hal. 209

9. I’anatut Thalibin vol. III hal. 260

10. Al-Fatawi al-Fiqhiyyah al-Kubra vol. I hal. 203

11. Tausyih ‘ala ibn Qosim hal.197

1.1. بريقة محمودية الجزء الرابع صحـ 7

( السادس والخمسون التكلم مع الشابة الأجنبية فإنه لا يجوز بلا حاجة ) لأنه مظنة الفتنة فإن بحاجة كالشهادة والتبايع والتبليغ فيجوز ( حتى لا يشمت ) العاطسة ( ولا يسلم عليها ولا يرد سلامها جهرا بل في نفسه ) إذا سلمت عليه ( وكذا العكس ) أي لا تشمته الشابة الأجنبية إذا عطس قال في الخلاصة أما العطاس امرأة عطست إن كانت عجوزا يرد عليها وإن كانت شابة يرد عليها في نفسه وهذا كالسلام فإن المرأة الأجنبية إذا سلمت على الرجل إن كانت عجوزا رد الرجل عليها السلام بلسانه بصوت يسمع وإن كانت شابة رد عليها في نفسه وكذا الرجل إذا سلم على امرأة أجنبية فالجواب فيه يكون على العكس ( لقوله صلى الله تعالى عليه وسلم واللسان زناه الكلام ) أي يكتب به إثم كإثم الزاني كما في حديث العينان تزنيان واليدان تزنيان والرجلان تزنيان والفرج يزني وما في القنية يجوز الكلام المباح مع المرأة الأجنبية فمحمول على الضرورة أو أمن الشهوة أو العجوز التي ينقطع الميل عنها

1.2. الموسوعة الفقهية الجزء الأول صحـ 12763

الكلام مع المرأة الأجنبية ذهب الفقهاء إلى أنه لا يجوز التكلم مع الشابة الأجنبية بلا حاجة لأنه مظنة الفتنة وقالوا إن المرأة الأجنبية إذا سلمت على الرجل إن كانت عجوزا رد الرجل عليها لفظا أما إن كانت شابة يخشى الافتنان بها أو يخشى افتنانها هي بمن سلم عليها فالسلام عليها وجواب السلام منها حكمه الكراهة عند المالكية والشافعية والحنابلة وذكر الحنفية أن الرجل يرد على سلام المرأة في نفسه إن سلمت عليه وترد هي في نفسها إن سلم عليها وصرح الشافعية بحرمة ردها عليه

1.3. إحياء علوم الدين الجزء الثالث صحـ 99

وهذا يدل على أنه لا يجوز للنساء مجالسة العميان كما جرت به العادة في المأتم والولائم فيحرم على الأعمى الخلوة بالنساء ويحرم على المرأة مجالسة الأعمى وتحديق النظر إليه لغير حاجة وإنما جوز للنساء محادثة الرجال والنظر إليهم لأجل عموم الحاجة

1.4. الجمل الجزء الرابع ص 120

(و) سن (نظر كل) من المرأة والرجل (للآخر بعد قصده نكاحه قبل خطبته غير عورة) في الصلاة وإن لم يؤذن له فيه أو خيف منه الفتنة للحاجة إليه فينظر الرجل من الحرة الوجه والكفين وممن بها رق ما عدا ما بين سرة وركبة كما صرح به ابن الرفعة في الأمة وقال أنه مفهوم كلامهم وهما ينظرانه منه فتعبيري بما ذكر أخذا من كلام الرافعي وغيره أولى من تعبير الأصل كغيره بالوجه والكفين واحتج لذلك بقوله صلى الله عليه وسلم للمغيرة وقد خطب امرأة "انظر إليها فإنه أحرى أن يؤدم بينكما" أي أن تدوم بينكما المودة والألفة رواه الترمذي وحسنه والحاكم وصححه وقيس بما فيه عكسه وإنما اعتبر ذلك بعد القصد لأنه لا حاجة إليه قبله ومراده بخطب في الخبر عزم على خطبتها لخبر أبي داود وغيره "إذا ألقي في قلب امرئ خطبة امرأة فلا بأس أن ينظر إليها" وأما اعتباره قبل الخطبة فلأنه لو كان بعدها لربما أعرض عن منظوره فيؤذيه

(قوله بعد قصده نكاحه إلخ) أي وقد رجا الإجابة رجاء ظاهرا كما قاله ابن عبد السلام لأن النظر لا يجوز إلا عند غلبة الظن المجوز ويشترط أيضا أن يكون عالما بخلوها عن نكاح وعدة تحرم التعريض وإلا فغاية النظر مع علمها به كونه كالتعريض اهـ شرح م ر (قوله : قبل خطبة) فلا يسن بعدها على ما هو ظاهر كلامهم لكن الأوجه كما قال شيخنا استحبابه فالتقييد بالقبلية للأولوية على المعتمد – إلى أن قال – (قوله عزم على خطبتها) أي وإن كانت خطبتها حينئذ غير جائزة بأن كانت معتدة فيجوز له الآن نظر المعتدة لخطبتها بعد العدة وإن كان بإذنها أو علمها بأنه لرغبته في نكاحها ثم رأيت في شرح الإرشاد الصغير ولا بد في حل النظر من تيقن خلوها من نكاح وعدة وخطبة ومن أن يغلب على ظنه أنه يجاب ومن أن يرغب في نكاحها اهـ ومثله في شرح شيخنا لكن قيد العدة بكونها تحرم التعريض اهـ شوبري

HUKUM MEMBUAT AKUN FACEBOOK DENGAN NAMA SAMARAN

Memberikan nama tidak asli di facebook hukumnya diperbolehkan. Dan itu tidak termasuk berbohong. Karna hal ini sama dengan memberikan nama julukan untuk seseorang. Memberikan nama tidak asli dalam facebook diperbolehkan. Sebagai bukti, dalam kitab Majmu' dijelaskan bahwa memberikan kun-yah (sebuah nama yang di-awali abu/abi atau ummu/ummi) hukumnya diperbolehkan. Begitu juga memberikan julukan untuk seseorang juga diperbolehkan. Kalau saja merubah nama tidak diperbolehkan maka memberikan kun-yah atau julukan untuk seseorang juga tidak diperbolehkan, karna termasuk dari rangkaian perubahan nama. Padahal kenyataannya tetap boleh, sebagaimana kererangan di atas. [Abdul Qodir Shodiqi ].

- Al Majmu' ( 8/438-441 ) :

السَّادِسَةُ) يَجُوزُ التَّكَنِّي وَيَجُوزُ التَّكْنِيَةُ وَيُسْتَحَبُّ تَكْنِيَةُ أَهْلِ الْفَضْلِ مِنْ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ سَوَاءٌ كَانَ لَهُ وَلَدٌ أم لا وسواء كني بولده أم بِغَيْرِهِ وَسَوَاءٌ كُنِّيَ الرَّجُلُ بِأَبِي فُلَانٍ أَوْ أَبِي فُلَانَةَ وَسَوَاءٌ كُنِّيَتْ الْمَرْأَةُ بِأُمِّ فُلَانٍ أَوْ أُمِّ فُلَانَةَ

* وَيَجُوزُ التَّكْنِيَةُ بِغَيْرِ أَسْمَاءِ الْآدَمِيِّينَ كَأَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي الْمَكَارِمِ وَأَبِي الْفَضَائِلِ وَأَبِي الْمَحَاسِنِ وَغَيْرِ ذَلِكَ وَيَجُوزُ تَكْنِيَةُ الصَّغِيرِ .....

وَمِنْ ذَلِكَ أَبُو تُرَابٍ لَقَبُ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كُنْيَتُهُ أَبُو الْحَسَنِ ثَبَتَ فِي الصَّحِيحِ (أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَدَهُ نَائِمًا فِي الْمَسْجِدِ وَعَلَيْهِ التُّرَابُ فَقَالَ قُمْ أَبَا تُرَابٍ فَلَزِمَهُ هَذَا اللَّقَبُ الْحَسَنُ) رَوَيْنَا هَذَا فِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ

- Al Mausu'atu Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah (11/337) :

وَالْفُقَهَاءُ لاَ يَخْتَلِفُونَ فِي جَوَازِ تَغْيِيرِ الاِسْمِ إِلَى اسْمٍ آخَرَ، وَفِي أَنَّ تَغْيِيرَ الاِسْمِ الْقَبِيحِ إِلَى الْحَسَنِ هُوَ مِنَ الأُْمُورِ الْمَطْلُوبَةِ الَّتِي حَثَّ عَلَيْهَا الشَّرْعُ.

Ringkasan : Para 'Ulama' ahli fiqhi tidak berselisih pendapat tentang kebolehan merubah sebuah nama ke nama yang lain. Dan merubah nama yang jelek ke nama yang bagus adalah perkara yang dianjurkan.
Fokus :

وَالْفُقَهَاءُ لاَ يَخْتَلِفُونَ فِي جَوَازِ تَغْيِيرِ الاِسْمِ إِلَى اسْمٍ آخَرَ،

Para 'Ulama' ahli fiqhi tidak berselisih pendapat tentang kebolehan merubah sebuah nama ke nama yang lain.

- Al Mausu'atu Al Fiiqhiyyah Al Kuwaitiyyah (11/337) :

يَجُوزُ تَغْيِيرُ الاِسْمِ عُمُومًا وَيُسَنُّ تَحْسِينُهُ، وَيُسَنُّ تَغْيِيرُ الاِسْمِ الْقَبِيحِ إِلَى الْحَسَنِ،

Secara umum boleh merubah sebuah nama, dan sunnah merubahnya menjadi lebih baik. Sunnah merubah nama yang jelek menjadi yang bagus/baik.

HUKUM BERMAIN "GAME ONLINE" DI MEDSOS

Hukum memainkannya diqiyaskan pada permainan secara umum karena zaman dulu belum ada game (software) seperti yang ada sekarang, namun sudah ada rambu-rambu permainan yang boleh dan tidak. Misal selagi tidak ada unsur perjudian, tidak melalaikan sholat dan tidak bermain bersama orang yang meyakini keharamannya maka hal itu boleh, game online di FB dsb itu sama seperti halnya permainan biasa pada umumnya seperti bermain catur, hanya saja para ulama lebih memandang positif terhadap permainan catur.

Berikut rambu-rambu hukum permainan secara garis besar, sebagaimana dikutip dari kitab Almausu'ah Fiqhiyyah Kuwaitiyah :

Permainan itu ada yang mubah, ada yang dianjurkan, makruh dan haram. Permainan yang mubah semisal lomba lari, lomba perahu dll yaitu permainan yang memenuhi syarat :

1.tidak ada unsur hinaan yang merendahkan harga diri

2.tidak menyebabkan dhoror pada manusia atau hewan

3.tidak memalingkan dari sholat atau kewajiban agama yang lain

4.tidak mengarahkan pada dusta atau hal-hal lain yang diharamkan

Permaian yang dianjurkan semisal main panah-panahan pada sasaran (tembak-tembakan kalau jaman sekarang) atau lainnya yang bermanfaat melatih perang (pertahanan diri).

Permainan yang makruh seperti bermain adu burung atau merpati karena hal itu tidaklah pantas bagi orang yang terhormat serta membiasakannya bisa memalingkan dari berbuat suatu yang maslahat dan dari amal ibadah.

Permainan yang haram contohnya permainan yang mengandung unsur qimar (judi)ْ

- Almausu'ah Fiqhiyyah Kuwaitiyah :

الموسوعة الفقهية الكويتية ٣٥/ ٢٦٨-٢٦٩

اللَّعِبُ مِنْهُ مَا هُوَ مُبَاحٌ وَمِنْهُ مَا هُوَ مُسْتَحَبٌّ وَمِنْهُ مَا هُوَ مَكْرُوهٌ وَمِنْهُ مَا هُوَ مُحَرَّم

فَمِنَ اللَّعِبِ الْمُبَاحِ الْمُسَابَقَةُ الْمَشْرُوعَةُ عَلَى الأَْقْدَامِ وَالسُّفُنِ وَنَحْوِ ذَلك.....

وَإِبَاحَةُ اللَّعِبِ إِنَّمَا يَكُونُ بِشَرْطِ أَنْ لاَ يَكُونَ فِيهِ دَنَاءَةٌ يَتَرَفَّعُ عَنْهَا ذَوُو الْمَرُوءَاتِ، وَبِشَرْطِ أَنْ لاَ يَتَضَمَّنَ ضَرَرًا فَإِنْ تَضَمَّنَ ضَرَرًا لإِِنْسَانٍ أَوْ حَيَوَانٍ كَالتَّحْرِيشِ بَيْنَ الدُّيُوكِ وَالْكِلاَبِ وَنِطَاحِ الْكِبَاشِ وَالتَّفَرُّجِ عَلَى هَذِهِ الأَْشْيَاءِ فَهَذَا حَرَامٌ، وَبِشَرْطِ أَنْ لاَ يَشْغَل عَنْ صَلاَةٍ أَوْ فَرْضٍ آخَرَ أَوْ عَنْ مُهِمَّاتٍ وَاجِبَةٍ فَإِنْ شَغَلَهُ عَنْ هَذِهِ الأُْمُورِ وَأَمْثَالِهَا حَرُمَ، وَبِشَرْطِ أَنْ لاَ يُخْرِجَهُ إِلَى الْحَلِفِ الْكَاذِبِ وَنَحْوِهِ مِنَ الْمُحَرَّمَاتِ.....

وَمِنَ اللَّعِبِ الْمُسْتَحَبِّ الْمُنَاضَلَةُ عَلَى السِّهَامِ وَالرِّمَاحِ وَالْمَزَارِيقِ وَكُل نَافِعٍ فِي الْحَرب....

وَمِنَ اللَّعِبِ الْمَكْرُوهِ اللَّعِبُ بِالطَّيْرِ وَالْحَمَامِ لأَِنَّهُ لاَ يَلِيقُ بِأَصْحَابِ الْمَرُوءَاتِ وَالإِْدْمَانُ عَلَيْهِ قَدْ يُؤَدِّي إِلَى إِهْمَال الْمَصَالِحِ وَيَشْغَل عَنِ الْعِبَادَاتِ وَالطَّاعَاتِ

وَمِنَ اللَّعِبِ الْمُحَرَّمِ عِنْدَ الْفُقَهَاءِ: كُل لُعْبَةٍ فِيهَا قِمَارٌ لأَِنَّهَا مِنَ الْمَيْسِرِ الَّذِي أَمَرَ اللَّهُ بِاجْتِنَابِهِ

- Hasyiyah jamal ‘alaa alMinhaj X/749 :

وفارق النرد الشطرنج حيث يكره إن خلا عن المال بأن معتمده الحساب الدقيق والفكر الصحيح ففيه تصحيح الفكر ونوع من التدبير ومعتمد النرد الحزر والتخمين المؤدي إلى غاية من السفاهة والحمق قال الرافعي ما حاصله ويقاس بهما ما في معناهما من أنواع اللهو وكل ما اعتمد الفكر والحساب كالمنقلة والسيجة وهي حفر أو خطوط ينقل منها وإليها حصى بالحساب لا يحرم ومحلها في المنقلة إن لم يكن حسابها تبعا لما يخرجه الطاب الآتي وإلا حرمت وكل ما معتمده التخمين يحرم

Perbedaan antara permainan dadu dan catur yang dihukumi makruh bila memang tidak menggunakan uang adalah bahwa permainan catur berdasarkan perhitungan yang cermat dan olah pikir yang benar, dalam permainan catur terdapat unsur penggunaan pikiran dan pengaturan strategi yang benar sedangkan permainan dadu berdasarkan spekulasi yang menyebabkan kebodohan dan kedunguan yang maksimal.

Menurut Imam Rofi’i hukum dadu dan catur tersebut bisa dianalogikan pada semua bentuk permainan dan segala hal dan segala hal yang berdasarkan hitung-hitungan dan pikiran seperti alminqolat dan assijah (jenis permainan di arab) yakni permainan dengan membentuk garis dan lobang-lobang untuk mengisi bebatuan yang di lakukan dengan perhitungan tersendiri. Permainan semacam ini tidak haram, sedangkan semua jenis permainan yang berdasarkan spekulasi hukumnya haram.

- Fath alMu’iin IV/285 :

واللعب بالشطرنج بكسر أوله وفتحه معجما ومهملا مكروه إن لم يكن فيه شرط مال من الجانبين أو أحدهما أو تفويت صلاة ولو ب.نسيان بالاشتغال به أو لعب مع معتقد تحريمه وإلا فحرام ويحمل ما جاء في ذمه من الأحاديث والآثار على ما ذكر

Bermain catur hukumnya makruh bila tidak disertai salah satu ketentuan berikut :

§Disertai dengan harta dari kedua pemain atau salah satunya (karena berarti judi)

§Keasyikan bermainnya tidak sampai meninggalkan sholat meskipun karena meninggalkannya karena unsur lupa,

§Tidak bermain bersama orang yang berkeyakinan mengharamkan catur tersebut

Bila ada salah satu ketentuan di atas maka bermain catur menjadi haram. Wallohu a'lam. [Masaji Antoro, Sae Nopo Sae, Muhsin Pemalang].

HUKUM MENYEBARKAN BERITA HOAX

Ibnu  hajar al-asqolani dalam fathul baari memberikan syarah atas sebuah  hadits ; [ kata "lisan" secara khusus disebutkan karena ia yang di-i'tibar dan menjadi cerminan apa yang ada dalam diri, demikian pula kata  "tangan" karena banyak pekerjaan yang  dikerjakannya, dan hadits ini

(... المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده )

berlaku umum dengan nisbat pada lisan, tidak pada tangan.

Karena  LISAN sangat memungkinkan mengucapkan (kebaikan atau keburukan) apa yang telah terjadi, sedang terjadi dan apa yang akan datang setelahnya, beda dengan tangan.

Dengan demikian sangat memungkinkan  apa yang dikerjakan lisan juga tertuang dalam bentuk tulisan. dan efek  sebuah tulisan terlihat sangat dahsyat. [Ibnu Hajar - Fathul Baari].

وخص  اللسان بالذكر لأنه المعبر عما في النفس ، وهكذا اليد لأن أكثر الأفعال  بها ، والحديث عام بالنسبة إلى اللسان دون اليد ; لأن اللسان يمكنه القول  في الماضين والموجودين والحادثين بعد ، بخلاف اليد ، نعم يمكن أن تشارك  اللسان في ذلك بالكتابة ، وإن أثرها في ذلك لعظيم .

Imam Ghozali menjelaskan tentang Adab Kedua Tangan dalam kitab Bidayatul Hidayah : Adapun kedua tangan, peliharalah keduanya dari memukul seorang muslim, atau  dipergunakan untuk memperoleh harta yang haram, atau digunakan untuk  menyakiti sesama makhluq, atau digunakan dalam berkhianat atas sebuah  amanah dan titipan, ATAU MENULIS SESUATU YANG TIDAK BOLEH DI UCAPKAN,  KARENA PENA ADALAH SALAHSATU DARI DUA LISAN.

JADI, JAGA DAN PELIHARA PENA / TULISAN DARI APA YANG MENJADI KEWAJIBAN LISAN  UNTUK MEMELIHARANYA. Wallahu a'lam. [Mujawib : @santrialit, Ust.Dul II]

- Bidayatul Hidayah Imam Ghozali :

آداب اليدين

؟وأما  اليدان: فاحفظهما عن أن تضرب بهما مسلما، أو تتناول بهما مالا حراما، أو  تؤدي بهما أحدا من الخلق، أو تخون بهما في أمانة أو وديعة، أو تكتب بهما ما  لا يجوز النطق به، فإن القلم أحد اللسانين، فاحفظ القلم عما يجب حفظ  اللسان عنه.

- I’anatut Tholibin, juz IV, hal. 284 :

واعلم)  ان اصل الغيبة الحرمة، وقد تباح لغرض صحيح شرعى لايتوصل اليه الا بها  وينحصر فى ستة اسباب وقد تقدم الكلام عليها لكن يحسن ذكرها هنا ايضا وهى  التظلم فلمن ظلم بالبناء للمجهول ان يشكو لمن يظن ان له قدرة على ازالة ظلم  او تخفيفه والاستعانة على تغيير منكر  يذكره لمن يظن قدرته على ازالته -إلى أن قال- وتحذير المسلمين من الشر  ونصحهم كجرح الرواة والشهود والتجاهر وبالفسق فيجوز ذكر المتجاهر بما تجاهر  به دون غيره

- Syarah Sullam Taufiq, hal. 68 :

قال  الغزالى وحد النميمة كشف ما يكره كشفه سواء كان الكشف بالقول او بالكتاب  او بالرمز او بالايماء -إلى أن قال- بل حقيقة النميمة افشاء السر وهتك  الستر عما يكره كشفه بل كل ما رآه الانسان من احوال الناس فينبغى ان يسكت  عنه الا فى حكايته فائدة لمسلم او دفع لمعصية

- Is’adur Rofiq, juz II, hal. 50 :

(ومنها  الفرح بالمعصية) والرضا بها سواء صدرت (منه او صدرت من غيره) من خلق الله،  لان الرضا بالمعصية معصية بل هو من الكبائر كما فى الزواجر

Sunday, January 14, 2018

Kajian-4 (Fathul Mu'in)

بسم الله الرحمن الرحيم - قال المصنف رحمه الله

(ويبادر) من مر (بفائت) وجوبا، إن فات بلا عذر، فيلزمه القضاء فورا.
قال شيخنا أحمد بن حجر رحمه الله تعالى: والذي يظهر أنه يلزمه صرف جميع زمنه للقضاء ما عدا ما يحتاج لصرفه فيما لا بد منه، وأنه يحرم عليه التطوع، ويبادر به - ندبا - إن فات بعذر كنوم لم يتعد به ونسيان كذلك.
(ويسن ترتيبه) أي الفائت، فيقضي الصبح قبل الظهر، وهكذا.
(وتقديمه على حاضرة لا يخاف فوتها) إن فات بعذر، وإن خشي فوت جماعتها - على المعتمد -.
.......................................
Syeikh Zainuddin al-Malibari berkata :

Wajib bersegera untuk qadha shalat jika luput tanpa ozor, Syek Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan " wajib mempergunakan seluruh waktu ( selain waktu tertentu seperti mandi dll)  untuk qadha shalat, haram melakukan perbuatan sunnat ".

Sunnat bersegera qadha shalat jika luput sebab ozor seperti lupa dan tidur bukan sengaja ( bukan sengaja tidur setelah masuk waktu shalat yang kira-kira takkan terbangun).

Sunnat tertib saat qadha ( qadha subuh dulu sebelum qadha dhuhur). Sunnat mendahulukan shalat qadha yang luput sebab ozor daripada shalat tunai yang tidak dikhawatirkan luput waktu shalat tunai walaupun dikhawatirkan luput jamaah berdasarkan pendapat kuat.

Kajian-3 (Fathul Mu'in)

بسم الله الرحمن الرحيم، قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين...

(ويقتل) أي (المسلم)المكلف الطاهر حدا بضرب عنقه (إن أخرجها) أي المكتوبة، عامدا (عن وقت جمع) لها، إن كان كسلا مع اعتقاد وجوبها (إن لم يتب) بعد الاستتابة، وعلى ندب الاستتابة لا يضمن من قتله قبل التوبة لكنه يأثم.
ويقتل كفرا إن تركها جاحدا وجوبها، فلا يغسل ولا يصلى عليه.
.......................................
Syeikh Zainuddin al-Malibari berkata :

Dibunuhkan ( bunuh had) dengan cara dipancung orang islam mukallaf yang tidak shalat ( shalat yang ada jamak)  secara sengaja karena malas dan masih iktiqad wajib shalat, jika tidak mau taubat sesudah disuruh taubat.

Berdasarkan pada pendapat sunnat menyuruh taubat maka tidak menanggung oleh orang yang membunuhnya sebelum dia bertaubat akan tetapi orang yang membunuh itu berdosa.

Dan dibunuhkan ( bunuh kufur bukan had) orang islam yang meninggalkan shalat dan mengingkari kewajiban shalat, maka setelah dibunuh dia tidak dimandikan dan tidak dishalatkan.

DOWNLOAD MP3 KAJIAN HIKAM DARI MULAI HIKMAH KE-1 DAN SETERUSNYA

 Selamat Datang di Blog Saya, saya do'akan sobat semua sehat selalu, bagi sobat yang membutuhkan kajian hikam perhikmah dari mulai hikam...